MERAYAKAN 1 DEKADE, ALUMNI PBI ADAKAN DISKUSI TERBUKA

Musyawarah Ikatan Alumni Bahasa Indonesia (MIA-BI) UNIPA Surabaya merayakan 10 tahun berdirinya organisasi. Organisasi alumni tertua dan teraktif ini bekerja sama dengan Himanesa UNIPA Surabaya untuk mengadakan diskusi terbuka melalui siaran langsung Instagram.

Pada sesi pertama, diskusi dibersamai oleh Eko Setiyo Anggoro, M.Pd., selaku Koordinator Departemen Karir dan Beasiswa MIA-BI serta aktivis literasi sekolah. Adapun tema yang diusung yakni Bahasa Identitas Bangsa. Tema tersebut dipandang memiliki daya urgensi dalam sudut pandang penggunaan bahasa Indonesia yang campur aduk dewasa ini.

“Kita semua tahu bahwa bahasa Inggris menjadi alat komunikasi bagi 195 negara dunia. Tetapi, jangan lupa bahwa bahasa Indonesia terbukti mampu menjadi alat komunikasi bagi 1.340 suku bangsa Indonesia. Terlebih, saat ini kita sedang berdiplomasi ke mancanegara melalui program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA).” Kata Setiyo dalam paparannya.

Pada sesi kedua, diskusi dibersamai oleh Pana Pramulia, M.Pd. selaku ketua MIA-BI serta M. Sodiqin atau lebih dikenal Penyair Amatir selaku koordinator angkatan 2007. Sesi ini mengusung tema diskusi Sastra Indie, yakni pergulatan seputar sastra yang memposisikan diri di luar episentrum atau pusat-pusat dialektika, sehingga menciptakan arena tersendiri.

“Sebetulnya ini bukan barang baru bagi dunia sastra. Dosen kita yang juga cerpenis nasional, M. Shoim Anwar, menurut saya beliau menempuh jalan sastra indie. Meskipun pernah beberapa kali, tapi beliau hampir tidak pernah menerbitkan karya-karyanya melalui penerbit mayor.” Kata Pana.

Diskusi terbuka diakhiri dengan doa dan harapan dari alumni. Di antaranya kesiapan MIA-BI dalam mendukung Prodi PBI untuk mempertahankan akreditasi A (Unggul), serta upaya-upaya lain untuk mencapai akreditasi internasional.

CETAK LULUSAN DENGAN GLOBAL MINDSET

WISUDA Universitas PGRI Adi Buana (Unipa) Surabaya digelar secara daring karena pandemi. Sebanyak 1.781 lulusan tahun akademik 2019/2020 dari 6 fakultas, 23 prodi, serta pascasarjana diluluskan. Secara simbolis, 7 wisudawan terbaik bersama orang tua hadir dalam prosesi sakral kelulusan itu di Gelora Hasta Brata, Surabaya, Sabtu (27/2).

Berbekal ilmu dan sertifikat kompetensi keahlian, wisudawan diharapkan memiliki growth mindset yang kini menjadi global mindset. ”Dengan perubahan itu, mereka akan bergerak. Caranya, harus betul-betul resilient, punya kegigihan dan kemampuan memecahkan masalah yang sedang terjadi, serta tidak egois,” papar Rektor Unipa Surabaya Dr Marianus Subandowo MS.

Selain kemampuan akademik, mahasiswa dibimbing memiliki keahlian tertentu yang lebih luas agar tidak bergantung pada bidang studinya.

Memasuki era global mindset, Unipa Surabaya memiliki program-program untuk menyiapkan lulusan berdaya saing. Program-program dalam rangka teaching innovation university dikembangkan dan disesuaikan dengan pergerakan zaman. Itu menjadi bekal para lulusan untuk berpartisipasi membangun kesejahteraan bangsa dan negara.

Rektor menambahkan, di masa pandemi ini, mindset harus diubah. Termasuk dalam proses belajar. Unipa kini menggunakan fasilitas pembelajaran Virtual Learning Adi Buana Surabaya (Virlenda) yang memudahkan mahasiswa dan dosen untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.

Calon mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022 tak perlu khawatir karena fasilitas pembelajaran online dan offline tersedia. Tersedia pula berbagai beasiswa prestasi akademik, nonakademik, hingga bidikmisi. (nof)